Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

8.6.10

Soft Skill 3 Rencana Implementasi Bag.3

RENCANA IMPLEMENTASI

E. Peninjauan Setelah Implementasi
Peninjauan setelah implementasi adalah pencarian terorganisir untuk menemukan cara meningkatkan efesiensi dan efektivitas sistem baru, dan untuk memberikan informasi yang akan membantu dalam pengembangan sistem mendatang. Peninjauan setelah implementasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari wakil pemakai, auditor internal, professional sistem, dan disertakan pula konsultan eksternal atau auditor independen untk meingkatkan obyektifitas dan mengurangi kepentingan politik yang terjadi diantara kelompok-kelompok internal.

Empat cakupan area peninjauan setelah implementasi:
1. Faktor-faktor sistem
2. Komponen rancangan sistem
3. Keakuratan estimasi
4. Tingkat dukungan

1. Faktor-Faktor Sistem

a. Faktor kelayakan teknis, ekonomis, legal, operasional, dan jadwal(TELOS).

b. Faktor strategis, produktivitas, diferensiasi, dan manajemen (PDM).

c. Faktor rancangan kemampuan pemeliharaan, pendayagunaan, pendayagunaan kembali, realibilitas, dan kemampuan perluasan(MURRE).

2. Komponen Rancangan Sistem

a. Output
Berisi data staff dan dosen yang telah mengisi form aplikasi sehingga dapat diketahui siapa saja staff dan dosen yang perlu diberi pelatihan pengembangan SDM.
b. Input
Berisi aplikasi form dari mulai login, cek tipe user, trainer data input, registrasi, absensi dan recommendation.
c. Proses
Berisi pengolahan data dari inputan trainer data input, registrasi, absensi dan recommendation.
d. Database
Berisi data output yang disimpan pada file database SQL.
e. Kendali
Berisi pengendalian sistem agar sistem dapat berjalan dengan baik.
f. Platform teknologi
Berisi teknologi yang digunakan antara lain program C# dan SQL serta spesifikasi komputer yang mumpuni.

3. Keakuratan Estimasi

a. Waktu
Menggunakan sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk pelanggan dan staff perusahaan, waktu yang dibutuhkan lebih cepat tentunya karena user hanya perlu mengisi form aplikasi serta tepat waktu dalam menerima data pengolahannya.
b. Biaya
Biaya yang dikeluarkan cukup murah karena hanya perlu memelihara sistem da personel sehingga sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas dapat bekerja dengan baik.
c. Keuntungan
Menggunakan sistem ini memberikan banyak keuntungan, antara lain:
• Perangkat lunak yang dibuat membantu dalam melakukan pengerjaan pencatatan data pelatihan.
• Penggunaan fitur rekomendasi dapat membantu staff dalam menentukan peserta pelatihan yang akan diregistrasi.
• Report – report yang dihasilkan dapat dengan mudah diprint.

4. Tingkat Dukungan

a. Sumber daya yang tersedia
Sumber daya untuk sistem ini tersedia seperti sumber daya manusia.
b. Manajemen puncak
Manajemen puncak dalam hal ini direktur perusahaan sangat mendukung sistem perangkat lunak pelatihan terhadap staff dan dosen.
c. Pelatihan
Pelatihan untuk sistem ini didukung oleh pihak perusahaan seperti dalam memelihara sistem disediakan dosen tertentu dan mahasiswa yang mempunyai kemampuan IT terbaik
Read more

Soft Skill 3 Rencana Implementasi Bag.2

RENCANA IMPLEMENTASI

D. Konversi Sistem Baru
Terbagi menjadi beberapa bagian yaitu seperti :
1. Konversi Langsung
Yaitu langsung menghentikan sistem yang lama dan menjalankan sistem baru. Konversi ini dijalankan apabila :
  • Sistem yang lama sudah berfungsi kembali
  • Sistem yang baru bersifat lebih sederhana
  • Rancangan sistem yang baru berbeda dengan yang lama
Konversi Langsung memiliki kelebihan dan kekurangan :
  • Kelebihan = biaya yang tidak terlalu mahal
  • Kekurangan = memiliki resiko kegagalan yang tinggi
2. Konversi Parelel
Yaitu sistem yang lama dan baru beroperasi bersamaan untuk periode waktu tertentu. Apabila terdapat perbedaan dalam metode produksi, aturan keputusan, prosedur akunting, dan model kendali inventarisasi maka metode konversi paralel tidak dapat dilakukan. Konversi ini memiliki kelebihan dan kekurangan :
  • Kelebihan = resiko dalam kegagalan rendah
  • Kekurangan = membutuhkan biaya yang tinggi khususnya duplikasi dokument
3. Konversi Phase-In
Yaitu sistem baru harus diimplementasikan secara gradual, sedikit demi sedikt lalu memberikan waktu yang lebih untuk asimilasi perubahan.Konversi ini memiliki keunggulan dan kelemahan :
  • Keunggulan = proses asimilasi sistem dapat diminimalisasikan
  • Kelemahan = memerlukan biaya yang besar
4. Konversi Pilot
Yaitu hanya dapat diinstal pada sebagian organisasi saja. Konversi ini memiliki beberapa keuntungan yaitu sepert :
  • Memiliki resiko yang kecil
  • Daya yang dibutuhkan lebih murah
Read more

Soft Skill 3 Rencana Implementasi Bag.1

RENCANA IMPLEMENTASI


C.Pembuatan Dokumentasi
Dokumentasi dapat berupa tentang suatu deskripsi – deskripsi, penjelasan, bagan, contoh – contoh dari sistem informasi.

Dokumentasi diperlukan untuk :
  • Mempelajari cara pengoprasian sitem
  • Sebagai bahan pelaihan
  • Dasar pengembangan sistem lebih lanjut
  • Dasar apabila ada perbaikan sistem dikemudian hari
  • Materi acuan bagi editor

Tujuan dari Dokumentasi :
  • Arus komunikasi
  • Untuk memberi informasi
  • Untuk mengidentifikasi
  • Untuk mencatat
  • Untuk memberi instruksi

Prinsip Dokumentasi :
  • Metode
  • Jumlah dokumentasi
  • Kesederhanaan
  • Bentuk rancangan
Read more

21.4.10

Implementasi Sistem Informasi (Soft Skill 3)

Dari contoh kasus sebelumnya yang dari softskill ke-2, yaitu tentang rumah sakit. Komputerisasi secara maksimal dalam hal ini adalah diharapkan setiap karyawan bekerja menggunakan komputer, sehingga tidak perlu mencatat data tersebut secara manual. Pada pelatihan itu diperlukan software ekspor impor barang, dimana meliputi penginputan, sorting, update dll.
Sehingga kita jelaskan implementasi sistem yang merupakan tahap akhir dalam siklus hidup pengembangan sistem (SDLC). Hal-hal pokok yang harus disediakan sebelum implementasi adalah:

A. Persiapan Tempat
1. Perencanaan Fisik:
Tata letak (layout) yang disediakan adalah jarak antar komputer yang tidak terlalu dekat disertai kursi sehingga peserta dan pembicara nyaman, jam yang berada dibelakang peserta sehingga tidak mengganggu pikiran peserta serta pintu masuk yang berada dibelakang dan infocus yang berada disebelah pembicara dan papan tulis yang berada di samping belakang pembicara untuk memudahkan pengajaran.

2. Fasilitas:
Fasilitas yang perlu disediakan adalah komputer, meja, kursi, jam, listrik, AC, ventilasi yang cukup, penerangan yang cukup, infocus, rak penyimpanan tas serta sepatu, papan tulis serta perlengkapan furnitur lainnya.

B. Pelatihan Personel
Dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan personel serta memudahkan penerimaan mereka terhadap sistem baru.

Kelompok-kelompok yang diberikan pelatihan antara lain:
1. Personel Teknis
Merupakan orang-orang yang nantinya akan mengoperasikan serta memelihara sistem, sehingga tidak perlu memanggil orang khusus apabila terjadi kerusakan yang bisa di tangani dalam segi perangkat lunak.

2. Pegawai
Merupakan orang yang nantinya berinteraksi langsung dengan penggunaan perangkat lunak.

3. Manager Umum
Tentunya manager yang membutuhkan data barang yang dikirim.

4. Orang Luar Perusahaan
Merupakan orang-orang yang nantinya akan menanamkan investasi pada perusahaan ini, sehingga mereka tahu bagaimana kemajuan perusahaan yang mereka tanam sahamnya.

B.1. Program Pelatihan
Pelatihan dapat dilakukan secara tutorial atau kelas meliputi:
1. Pelatihan in-house
2. Pelatihan yang disediakan vendor
3. Pelatihan jasa luar

Pada sistem ini dipilih program pelatihan yang disediakan vendor, karena perusahaan membeli atau membuat sistem ini di suatu perusahaan informatika, sehingga pembicaranya adalah orang yang membuat sistem ini. Sehingga peserta bisa langsung bertanya-tanya tentang sistem ini.

B.2. teknik dan Alat Bantu Pelatihan

1. Teleconferencing
pada sistem ini, tidak menggunakan teleconferencing, karena semua peserta datang ketempat yang telah diberikan

2. Perangkat lunak pelatihan interaktif
perangkat-perangkat yang dibutuhkan adalah:
a. Computer Based Training (CBT)
mikrokomputer untuk memberikan pedaman kepada pemakai melalui serangkaian pelajaran yang efektif dan mudah dipelajari serta mempunyai fasilitas mencegah kesalahan.

b. Audio-Based Training
Sistem ini memerlukan akses ke cassette player, tetapi hanya komputer.

c. Video-Based Training
Sistem ini juga tidak memerlukan akses ke TV, VCR, tetapi hanya komputer.

d. Video Optical Disk
Dapat disebut juga video interaktif, menggunakan CD-ROM untuk mengantarkan materi yang direkam sebelumnya ke monitor yang menghubungkan ke komputer.

3. Pelatihan dengan instruktur
Sistem ini menggunakan instruktur dari vendor, sehingga tidak memerlukan biaya yang cukup mahal, dikarenakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh vendor kepada pelanggan.

4. Pelatihan magang
Pada sistem ini tidak diperlukan pelatihan magang, karena sudah dilatih oleh seorang instruktur.

5. Manual prosedur
Diperlukan, sebagai bantuan apabila peserta sewaktu-waktu lupa dengan salah satu pengoperasiannya.

6. Buku teks
Diperlukan untuk berjaga-jaga, sehingga pada pelatihan selanjutnya untuk karyawan baru tidak perlu memanggil instruktur lagi.



Read more

11.4.10

Mekanisme Komunikasi

KODE MORSE
Kode morse pertama kali di ciptakan sejak tahun 1800-an oleh F.B. Morse berkebangsaan Amerika. Istilah lain dari kode morse adalah Telegrafie atau disebut juga dengan istilah kata sandi morse. Kode morse biasanya digunakan pada komunikasi maritim, perhubungan darat/laut, angkatan bersenjata dan amatir radio.

Pada Zaman Perang dunia I & II Kode morse sangat dibutuhkan pada setiap Negara karena, kegunaannya untuk dinas rahasia Negara, karena lebih singkat, lebih cepat dan masih dapat diterima sinyal pancarannya yang sangat lemah sekalipun. Disinilah kelebihan dari kode morse itu, namun kelemahannya bahwa orang beranggapan bahwa untuk belajar kode morse sangat sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Continuous Wave (CW)
Untuk mengenal Kode morse maka, pertama-tama kita harus mempelajari terlebih dahulu sandi-sandi pada setiap huruf, angka & tanda-tanda baca. Berikut ini rumusan dari Kode morse Internasional yang dikenal:
. Titik/Dit/Dot (Nada Pendek)
_ Garis datar/Dah/Dash (Nada Panjang)

Huruf-huruf :
A .- K -.- U ..-
B -... L .-.. V ...-
C -.-. M -- W .--
D -.. N -. X -..-
E . O --- Y -.--
F ..-. P .--. Z --..
G --. Q --.-
H .... R .-.
I .. S...
J .--- T–


Angka-angka :
1 .---- 6 -....
2 ..--- 7 --...
3 ...-- 8 ---..
4 ....- 9 ----.
5 ..... Ø -----

Tanda Baca :
. Titik .-.-.-
, Koma --..--
? Tanda Tanya ..--..
( Kurung Buka -.--.
) Kurung Tutup -.--.-
= Sama Dengan -...-
- Garis Datar -....-
/ Garis Miring -..-.
“ Kutip .-..-.
‘ Petik .----.
: Titik Dua ---...
; Titik Koma -.-.-.
Tanda lainnya:
VVV ...-...-...- Persiapan Transmisi/Perhatian
KA -.-.- Perhatian
SN ...-. Awal Pengiriman Berita
AR .-.-. Akhir Pengiriman Berita
AS .-... Tunggu Sebentar
SK ...-.- Akhir Seluruh Transmisi
HH ........ Kesalahan Kirim Huruf/error
SOS ...---... Tanda Marabahaya
KN -.--. Komunikasi berlangsung 2 arah namun orang lain tidak boleh break-in
K -.- Ganti/over
Masih banyak lagi singkatan kata-kata yang lazim dipergunakan pada komunikasi CW. Singkatan kata-kata yang sering digunakan dalam komunikasi CW di lampirkan di Apendix.Untuk memudahkan latihan kode morse, sebaiknya kode morse di kelompokan menjadi,
1. . .. ... .... EISH
2. - -- --- TMO
3. .- ..- ...- AUV
4. -. -.. -... NDB
5. .-. .-.. ..-. RLF
6. -.- -.-. -.-- -..- KCYX
7. .-- .--- .-- WJP
8. --. --.. --.- GZQ

Laporan Sinyal Dengan CW
Laporan sinyal dengan CW adalah dengan menambahkan Nilai Tone pada RST. RST adalah Readebility Signals Strenght Tone maksudnya adalah pembacaan sinyal & tone yang dapat diterima. Pada dunia amatir radio, RST yang sah adalah minimal 339. Oleh karena itu usahakanlah Tone yang didengar oleh penerima pancaran sinyal anda tidak mengalami gangguan atau distorsi kwalitas, walaupun sinyal transmisi anda lemah dsbnya.
Arti lengkap dari laporan RST adalah,

R = READIBLITY
1 = Unreadable
= Tidak terbaca
2 = Barely readable, occasionaly words distinguis
= Hampir tidak terbaca, kata-kata kadang-kadang dapat dikenal
3 = Terbaca dengan mengalami kesukaran
4 = Terbaca, praktis tidak mengalami kesukaran
5 = Jelas terbaca
S = SIGNAL STRENGTH
1 = Signal halus hampir tidak dapat dirasa/dilihat
2 = Signal sangat lemah
3 = Signal lemah
4 = Signal sedang
5 = Signal sedang sampai baik
6 = Signal baik
7 = Signal agak kuat
8 = Signal kuat
9 = Signal kuat sekali
T = TONE
1 = Tone 60 Cycle AC, kasar sekali dan lebar
2 = Tone AC sangat kasar dan lebar
3 = Tone AC kasar, diratakan tapi tidak disaring
4 = Tone kasar dan disaring
5 = Tone AC yg diratakan dan disaring dengan getaran pada modulasi
6 = Tone yg disaring dengan getaran terbatas pada modulasi
7 = Tone mendekati baik, getaran masih terdengar
8 = Tone mendekati sempurna dan masih terdengar getaran lemah
9 = Tone yg sempurna

*Dikutip dari wikipedia*






Read more

4.4.10

Implementasi Sistem Informasi (Softskill)

Implementasi Sistem Informasi (Softskill)


Analisa Kebutuhan Pengguna

Dengan obervasi diharapkan perangkat lunak
memiliki kehandalan dalam mememenuhi
kebutuhan pengguna. Data dikumpulkan dengan
2 macam metode, yaitu Kuisioner kepada pihak
pasien dan wawancara dengan pihak instalasi
rumah sakit.
Dari hasil wawancara dan survei dapat
diketahui kebutuhan pengguna yakni :
Untuk IRJ : (lihat table 1)
Urutan Prioritas Jenis Informasi
1 Persyaratan Pasien
2 Alur Pelayanan Pasien
3 Tarif Pelayanan IRJ
4 Biaya Retribusi
5 Letak Denah URJ
6 Hari & Jam Pelayanan URJ
7 Panjang Antrian di URJ
8 Fasilitas IRJ
9 Status Dokter Jaga URJ
Tabel 1. Urutan Prioritas Informasi di IRJ
Untuk IRNA : (lihat table 2)
Ururtan Prioritas Jenis Informasi
1 Persyaratan Pasien
2 Alur Pelayanan Pasien
3 Biaya Perawatan
4 Letak Denah Ruang Rawat Inap
5 Pencarian Pasien Rawat Inap
6 Fasilitas IRNA
Tabel 2. Urutan Prioritas Informasi di IRNA




Aliran Informasi
Berdasarkan kebutuhan informasi di IRJ dan
IRNA diatas, adapun aliran informasi-informasi
tersebut dapat didiskipsikan seperti gambar










Perancangan Media Penyimpanan Data
Dari DFD kemudian diidentifikasikan
kebut
uhan data melalui kamus Data. Pada kamus
data dapat ditentukan semua atribut-atribut dari
sebiat file table. Atribut-atribut tersebut kemudian
disusun dalam diagram relasi entitas atau ERDiagram.
Setelah mengalami proses normalisasi,
kemudian dapat ditentukan kebutuhan data utama
untuk sis
tem kiosk ini terdiri dari :
1. Data persyaratan
2. Data alur
3. Data tarif
4. Data biaya
5. Data denah
6. Data hari_jam
7. Data fasilitas
8. Data antrian
9. Data status dokter
10. Data pasi
en rawat inap


Read more

23.2.10

Soft Skill 1 : Sistem

PENGERTIAN SISTEM


1. DEFINISI SISTEM

Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan

saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk

mencapai suatu tujuan.

Contoh :

§ Sistem Komputer terdiri dari Software, Hardware, dan Brainware

§ Sistem Akuntansi

Menurut LUDWIG VON BARTALANFY

Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu

antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

Menurut ANATOL RAPOROT

Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan

satu sama lain.

Menurut L. ACKOF

Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang

terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu

sama lainnya.


Syarat-syarat sistem :

1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.

2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.

3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.

4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih

penting dari pada elemen sistem.

5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.


Secara garis besar, sistem dapat dibagi 2 :

A. SISTEM FISIK ( PHYSICAL SYSTEM ) :

Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi

satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara

nyata tujuan-tujuannya.

Contoh :

- Sistem transportasi, elemen : petugas,mesin, organisasi yang

menjalankan transportasi

- Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersamasama

untuk menjalankan pengolahan data.

B. SISTEM ABSTRAK ( ABSTRACT SYSTEM) :

Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan

ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat

diuraikan elemen-elemennya.

Contoh :

Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.


· METODE SISTEM


A. BLACKBOX APPROACH.

Suatu sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi

prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi.

Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam ( yang

menangani ) sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan

dan hasilnya. Sistem ini terdapat pada subsistem tingkat terendah.

Contoh : bagian pencetakan uang, proses pencernaan.


B. ANALITYC SISTEM.

Suatu metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh

masalah untuk menyelidiki kesistematisan tujuan dari sistem yang

tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidak efektifan

dan biaya.

Dalam metode ini beberapa langkah diberikan seperti di bawah ini :

a. Menentukan identitas dari sistem.

- sistem apa yang diterapkan

- batasannya

  • apa yang dilaksanakan sistem tersebut

b. Menentukan tujuan dari sistem.

- output yang dihasilkan dari isi sistem

- fungsi dan tujuan yang diminta untuk mencoba menanggulangi

lingkungan

c. Bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam sistem dan apa

tujuan dari masing-masing bagian tersebut.

- tujuan masing-masing bagian sistem harus jelas.

- cara apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan

dengan subsistem lain

d. Bagaimana bagian-bagian yang ada dalam sistem itu saling

berhubungan menjadi satu kesatuan.


Contoh sistem daur ulang kaca :

Bahan yang dibutuhkan adalah (1)pecahan kaca atau pecahan botol bekas, toples bekas dan apa saja yang berbahan kaca(1). Bahan baku tersebut (2)dibersihkan dari bahan kontaminan, dicuci hingga bersih dan dilebur dalam tungku pemanas bersuhu 1.500 derajat Celcius selama 24 jam(2). Setelah benar-benar meleleh, selanjutnya kaca itu dibentuk sesuai dengan keinginan. Dapat juga dipakai sebagai (3)bahan bangunan dan jalan(3). Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang. Proses lainnya yang juga bisa dilakukan adalah bahan kaca yang sudah didapat dilakukan pemotongan dan dimodifikasi sesuai desain yang diinginkan misalnya dalam (3)bentuk mainan maupun kerajinan(3).

Ket : (1) Input, (2) Proses, (3) Output





Read more

7.10.09

Tugas Kelompok Pengamatan

ANALISIS SISTEM INFORMMASI

Pengamatan Sistem Informasi
Objek : Rental komik DIBI
Alamat : Jl. Akses UI No.24 Ruko Satria Fitnes
Pemilik : Ibu Ira
Karyawan : Mbak Ita
Peralatan : Komputer dan kalkulator

Sistemnya














DIBI rental komik menggunakan program database berbasis DOS. Program ini digunakan untuk mengorganisir data pelanggan, keluar masuk komik, pembukuan dan lain-lain.

Sistem yang digunakan dalam rental komik ini :
  1. Katalog
  • Buku
  • Komik
  • Novel
2. Transaksi
  • Harian
  • Masukan
  • Keluaran
  • Promo
  • pengembalian
3. Member
  • Reguler
  • Eksklusif
  • Update
  • Backup
4. Lainnya
  • Pembukuan
  • Closing
  • Find Book
Prosedur :
1. Menjadi Member
  • Mengisi formulir
  • Menyerahkan fotocopy kartu identitas
  • menyerahkan ulang pendaftaran member
  • mendapatkan kartu anggota member
2. Peminjaman komik
  • Menyerahkan kartu anggota
  • mendata buku yang akan dipinjam
  • Membayar biaya peminjaman sesuai jumlah dan harga buku yang dipinjam
Sistem Penginputan :
Sistem penginputan dalam rental komik ini digunakan untuk mendata komik atau buku yang dipinjam oleh para member dan juga digunakan untuk mendata komik yang telah dibaca oleh para member di tempat tersebut, selain itu sistem penginputan digunakan untuk mendata member yang baru mendaftar dan memperpanjang status member.

Sistem Output :
Sistem pengoutputan dilakukan pada saat setiap interaksi yang dilakukan seperti peminjaman , pembelian dan pengembalian komik.
Read more
 
Copyright 2009 Monggo !!!. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree