11.4.10

Anak Durhaka

“ANAK DURHAKA”

Kisah ini berawal ketika saya jaga warnet tengah malam, saat itu saya sedang siap – siap untuk ganti shift dengan OP (Operator) yang jaga sebelumnya, dan melihat kok ada anak kecil masih main tengah malem saat itu saya biarkan saja mungkin dia sebentar lagi selesai. Saat giliran saya jaga ternyata anak itu masih saja main, saya coba bertanya kepada anak kecil tersebut :

Saya : “Woi bocah, besok emang gak sekolah apa???jam segini masih maen”
Bocah : “Enggak mas, kan besok libur.”

Terus saya mikir, memangnya besok tanggal merah ya, setahu saya besok hari biasa. Terus saya Tanya lagi :

Saya : “Woi bocah, emangnya gak dicariin ma orang tua lu apa????
Bocah : “Enggak kok mas, tadi udah bilang mau main”

Setelah itu, yasudah saya biarkan saja karena dia sudah ijin kepada orang tuanya. Saat itu jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, dan ternyata itu bocah masih aja main. Tiba – tiba ada seorang ibu masuk kewarnet dan bertanya :

Ibu : “Mas liat anak kecil yang maen ke sini semalem gak????”
Saya : “Ohhh, anaknya yang make baju biru dan celana pendek ya Bu???”
Ibu : “Iya, sekarang ada di mana mas”(dengan nada marah)
Saya : “Wah sabar Bu, tenang. Anaknya ada di PC no 12”(Sambil mengantarkan si Ibu ke PC no 12)

Lalu si Ibu itu pun akhirnya bertemu dengan anaknya, saya pun setelah menunjukan PC no 12 langsung kembali ke meja Operator. Tiba – tiba ada suara bentak – bentak dari arah PC no 12 :

Ibu : “Ohhh, pantesan ternyata disini ya, katanya mau nginep di rumah temen sekalian ngerjain tugas eh malah ke warnet.”
Bocah : “Ini juga baru maen kok, semalem emang nginep di rumah ***** (nama disamarkan), coba aja Tanya sama mas yang jaga.”
Ibu : “Mas memangnya anak saya baru saja main???”(dengan mata melotot)
Saya : “Enggak tu, sudah dari tengah malem dia mainnya, padahal sudah saya ingatkan untuk pulang, tapi tetep gak mau”
Bocah : “Wah, si mas gak bisa diajak kerjasama ni.”(bisik – bisik kearah saya)
Saya : “Sory, gua takut sama ibu lu. Nanti kalo gua di tampol gimana.”
Ibu : “Ayo pulang, hari ini kan kamu harus sekolah.”(sambil menarik tangan si anak)
Saya : “Sekolah????katanya hari ini libur, gimana sih ni bocah.”(berbicara dalam hati)
Bocah : “Bentar ah, masih main ni. Sebentar lagi juga udah selesai, lagi misi ni, nanti juga pulang.”
Ibu : “Ohhh gitu ya, masih kecil aja udah ngelawan, gimana nanti. Mau jadi apa kamu nanti, kerjaannya maen di warnet doang, jangan – jangan uang ibu kamu yang ambil ya???”
Saya : “Udah pulang sana, nanti diterusin lagi, dari pada dipukul lu.”
Bocah : “Males ah, ntar aja mas nanggung lagi misi ni.”
Ibu : “Yaudah klo kamu gak mau pulang, pintu ibu kunci klo kamu pulang, sekalian aja gak usah pulang di warnet aja terus.”

Setelah itu, ibu itu pun pergi keluar warnet, sambil membanting pintu warnet. Orang –orang yang berada di warnet langsung tersentak mendengar suara pintu. Saya pun segara mendekati si anak itu dan berkata :

Saya : “Mending pulang sana sekalian minta maaf, mau jadi anak durhaka apa lu ???”
Bocah : “Male ah, ntar aja klo misinya udah kelar baru balik. Lagian gua cuma ambil 10 ribu doang aja dah heboh gitu.”
Saya : “Yaudah pokoknya gua dah inget lu ya, resiko tanggung sendiri, jangan bawa – bawa gua lagi.”

Setelah selang sekitar 10 menit dari kepergian si ibu yang marah – marah tadi, tiba – tiba datang seorang bapak dengan postur tubuh kekar, berkumis tebal.

Bapak : “Mas anak saya tadi mana???”(sambil melotot)
Saya : “Yang mana ya Pak???”
Bapak : “Yang dimarahin sama ibunya, jangan ngumpetin anak saya deh mas.”
Saya : “Ohh, yang tadi. Ngapain saya umpetin Pak, gak guna juga. Tuh anaknya ada di no 12.”
Si Bapak tadi pun langsung mendatangi PC no 12.
Bapak : “Ehm sekarang kelakuan lu begini ya, dah bohong, nagmbil uang gak bilang kaya pencuri aja lu, mau jadi apa lu nanti.”(Sambil mencubit si anak)
Bocah : “Aduhhh, sakit Pak. Iya – iya aku langsung pulang.”
Bapak : “Mau jadi anak durhaka apa lu, dah bohong sama orang tua, nyuri lagi.”(mengeret si anak ke arah keluar warnet)

Keadaan warnet yang tadinya ramai, tiba – tiba sunyi karena pada takut dengan kemaran si Bapak.



Read more

4.4.10

Implementasi Sistem Informasi (Softskill)

Implementasi Sistem Informasi (Softskill)


Analisa Kebutuhan Pengguna

Dengan obervasi diharapkan perangkat lunak
memiliki kehandalan dalam mememenuhi
kebutuhan pengguna. Data dikumpulkan dengan
2 macam metode, yaitu Kuisioner kepada pihak
pasien dan wawancara dengan pihak instalasi
rumah sakit.
Dari hasil wawancara dan survei dapat
diketahui kebutuhan pengguna yakni :
Untuk IRJ : (lihat table 1)
Urutan Prioritas Jenis Informasi
1 Persyaratan Pasien
2 Alur Pelayanan Pasien
3 Tarif Pelayanan IRJ
4 Biaya Retribusi
5 Letak Denah URJ
6 Hari & Jam Pelayanan URJ
7 Panjang Antrian di URJ
8 Fasilitas IRJ
9 Status Dokter Jaga URJ
Tabel 1. Urutan Prioritas Informasi di IRJ
Untuk IRNA : (lihat table 2)
Ururtan Prioritas Jenis Informasi
1 Persyaratan Pasien
2 Alur Pelayanan Pasien
3 Biaya Perawatan
4 Letak Denah Ruang Rawat Inap
5 Pencarian Pasien Rawat Inap
6 Fasilitas IRNA
Tabel 2. Urutan Prioritas Informasi di IRNA




Aliran Informasi
Berdasarkan kebutuhan informasi di IRJ dan
IRNA diatas, adapun aliran informasi-informasi
tersebut dapat didiskipsikan seperti gambar










Perancangan Media Penyimpanan Data
Dari DFD kemudian diidentifikasikan
kebut
uhan data melalui kamus Data. Pada kamus
data dapat ditentukan semua atribut-atribut dari
sebiat file table. Atribut-atribut tersebut kemudian
disusun dalam diagram relasi entitas atau ERDiagram.
Setelah mengalami proses normalisasi,
kemudian dapat ditentukan kebutuhan data utama
untuk sis
tem kiosk ini terdiri dari :
1. Data persyaratan
2. Data alur
3. Data tarif
4. Data biaya
5. Data denah
6. Data hari_jam
7. Data fasilitas
8. Data antrian
9. Data status dokter
10. Data pasi
en rawat inap


Read more

23.2.10

Soft Skill 1 : Sistem

PENGERTIAN SISTEM


1. DEFINISI SISTEM

Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan

saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk

mencapai suatu tujuan.

Contoh :

§ Sistem Komputer terdiri dari Software, Hardware, dan Brainware

§ Sistem Akuntansi

Menurut LUDWIG VON BARTALANFY

Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu

antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

Menurut ANATOL RAPOROT

Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan

satu sama lain.

Menurut L. ACKOF

Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang

terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu

sama lainnya.


Syarat-syarat sistem :

1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.

2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.

3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.

4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih

penting dari pada elemen sistem.

5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.


Secara garis besar, sistem dapat dibagi 2 :

A. SISTEM FISIK ( PHYSICAL SYSTEM ) :

Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi

satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara

nyata tujuan-tujuannya.

Contoh :

- Sistem transportasi, elemen : petugas,mesin, organisasi yang

menjalankan transportasi

- Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersamasama

untuk menjalankan pengolahan data.

B. SISTEM ABSTRAK ( ABSTRACT SYSTEM) :

Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan

ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat

diuraikan elemen-elemennya.

Contoh :

Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.


· METODE SISTEM


A. BLACKBOX APPROACH.

Suatu sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi

prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi.

Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam ( yang

menangani ) sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan

dan hasilnya. Sistem ini terdapat pada subsistem tingkat terendah.

Contoh : bagian pencetakan uang, proses pencernaan.


B. ANALITYC SISTEM.

Suatu metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh

masalah untuk menyelidiki kesistematisan tujuan dari sistem yang

tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidak efektifan

dan biaya.

Dalam metode ini beberapa langkah diberikan seperti di bawah ini :

a. Menentukan identitas dari sistem.

- sistem apa yang diterapkan

- batasannya

  • apa yang dilaksanakan sistem tersebut

b. Menentukan tujuan dari sistem.

- output yang dihasilkan dari isi sistem

- fungsi dan tujuan yang diminta untuk mencoba menanggulangi

lingkungan

c. Bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam sistem dan apa

tujuan dari masing-masing bagian tersebut.

- tujuan masing-masing bagian sistem harus jelas.

- cara apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan

dengan subsistem lain

d. Bagaimana bagian-bagian yang ada dalam sistem itu saling

berhubungan menjadi satu kesatuan.


Contoh sistem daur ulang kaca :

Bahan yang dibutuhkan adalah (1)pecahan kaca atau pecahan botol bekas, toples bekas dan apa saja yang berbahan kaca(1). Bahan baku tersebut (2)dibersihkan dari bahan kontaminan, dicuci hingga bersih dan dilebur dalam tungku pemanas bersuhu 1.500 derajat Celcius selama 24 jam(2). Setelah benar-benar meleleh, selanjutnya kaca itu dibentuk sesuai dengan keinginan. Dapat juga dipakai sebagai (3)bahan bangunan dan jalan(3). Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang. Proses lainnya yang juga bisa dilakukan adalah bahan kaca yang sudah didapat dilakukan pemotongan dan dimodifikasi sesuai desain yang diinginkan misalnya dalam (3)bentuk mainan maupun kerajinan(3).

Ket : (1) Input, (2) Proses, (3) Output





Read more

1.1.10

MANAGEMENT AND HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT

MANAGEMENT AND HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT

Mangers perform various functions, but one of the most important and least understood aspects of their job is proper utilization of people. Research reveals that worker performance is closely related to motivation; thus keeping employees motivated is an essential component of good management in a business context, motivation refers to the stimulus that direct the behavior of workers toward the company goals. In order to motivated workers to achieve company goals, managers must beware of their needs.

Many managers believe workers will be motivated to achieve organizational goals by satisfying their fundamental needs for material survival. These needs include a good salary, safe working conditions and job security. While absence of these factors results in poor morale and dissatisfaction, studies have shown that their presence result only in maintenance of existing attitudes and work performance. Although important, salary, working conditions, and job security do not provide the primary motivation for many workers in highly industrialized societies, especially at the professional or technical levels.

Increased motivation is more likely to occur when work meets the needs of individuals for learning, self-realization, and personal growth. By responding to personal needs-the desire for responsibility, recognition, growth, promotion, and more interesting work-managers have altered conditions in the workplace and, consequently, many employees are motivated to perform more effectively.

In an attempt to appeal to both the fundamental and personal needs of workers, innovative management approaches, such as job enrichment and job enlargement, have been adopted in many organizations. Job enrichment gives workers more authority in making decisions related to planning and doing their work. A worker might assume responsibility for scheduling work flow, checking quality of work produced, or making sure deadlines are met. Job enlargement increases the number of tasks workers perform by allowing them to rotate positions or by giving them responsibility for doing several jobs. Rather than assembling just one component of an automobile, factory workers might be grouped together and given responsibility for assembling the entire fuel system.

By improving the quality of work life through satisfaction of fundamental and personal employee needs, managers attempt to direct the behavior of workers toward the company goals.


MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Para manajer menjalankan bermacam-macam tugas, tetapi satu aspek yang paling penting dan paling sedikit aspek yang dimengerti dari tugas mereka ialah pemberdayaan manusia dengan benar. Penelitian menyatakan bahwa kinerja buruh erat hubungannya dengan motivasi; jadi menjaga agar pegawai termotivasi adalah komponen bagian penting dari manajemen yang bagus. Dalam hubungan bisnis, motivasi adalah rangsangan yang mengarahkan tingkah laku pekerja terhadap tujuan perusahaan. Untuk motivasi buruh dan untuk mencapai tujuan perusahaan manajer harus mengetahui kebutuhan mereka.

Banyak manajer berpendapat buruh akan termotivasi untuk mencapai tujuan perusahaan dengan memenuhi kebutuhan pokok materi untuk hidup. Kebutuhan ini termasuk gaji yang bagus, kondisi kerja yang aman, dan keamanan pekerjaan. Kalau tidak ada factor itu akan berakibat moral bobrok dan ketidakpuasan, penelitian menunjukkan bahwa mereka ada hasil hanya dalam mempertahankan sikap yang ada dan kinerja yang ada. Walaupun penting, gaji, kondisi kerja, dan keamanan pekerjaan tidak memberikan motivasi utama untuk banyak pekerja di masyarakat industri maju, terutama pada tenaga ahli atau tingkat ahli.

Motivasi meningkat yang mungkin terjadi bila memenuhi sendiri untuk belajar, pengakuan jati diri, dan pengembangan diri. Mengacu kepada kebutuhan perseorangan-keinginan pertanggung jawaban, diakui, berkembang, promosi, dan untuk pekerjaan-manajer mengganti kondisi pada tempat dan, maka dari itu, banyak pegawai termotivasi untuk lebih efektif.

Dalam usaha memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan pribadi pada buruh, pendekatan manajemen yang inovativ mendekati, seperti itu pengayaan kerja dan perluasan kerja, telah banyak diterapkan di banyak organisasi. Pengayaan kerja memberikan buruh lebih kekuasaan dalam membuat keputusan berhubungan untuk merencanakan dan melakukan pekerjaan mereka. Seorang buruh dapat diberikan tanggung jawab untuk menjadwal alur kerja, mengecek mutu pada hasil kerja, atau membuat pasti tahap akhir. Perluasan kerja meningkatkan nomor pada tugas kerja menyelenggarakan memperbolehkan mereka untuk berputar posisi atau memberikan mereka respon untuk beberapa orang. Daripada memasang hanya satu bagian dari mobil, pabrik buruh tenaga kelompok bersama-sama dan memberi respon untuk memasang seluruh bahan bakar system.

Dengan memperbaiki mutu kehidupan kerja siap memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan pribadi pegawai, usaha manajer untuk langsung terhadap tujuan buruh kepada perusahaan.




Read more

23.12.09

ACQUISITION OF CAPITAL

A corporation needs capital in order to start up, operate, and expands its business. The process of acquiring this capital is known as financing. A corporation uses two basic types of financing and debt financing. Equity financing refers to funds that are invested by owners of the corporation. Debt financing, on the other hand, refers to funds that borrowed from sources outside the corporation.

Equity financing (obtaining owners funds) can be exemplified by the sale of corporate stock. In this type of transaction, the corporation sells units of ownership known as share of stock. Each share entitles the purchaser to a certain amount of ownership. For example, if someone buys 100 shares of stock from Ford Motor Company, that person has purchased 100 shares worth of Ford’s resources, materials, plants, production, and profits. The person who purchases shares of stock is known as a stockholder or shareholder.

All corporations, regardless of their size, receive their starting capital from issuing and selling shares of stock. The initial sales involve some risk on the part of the buyers because the corporation has no record of performance. If the corporation is successful, the stockholder may profit through increased valuation of the shares of stock, as well as by receiving dividends. Dividends are proportional amounts of profit usually paid quarterly to stockholders. However, if the corporation is not successful, the stockholder may take a severe loss on the initial stock investment.

Often equity financing does not provide the corporation with enough capital and it must turn to debt financing, or borrowing funds. One example of debt financing is the sale of corporate bonds. In this type of agreement, the corporation borrows money from an investor in return for a bond. The bond has a maturity date, a deadline when the corporation must repay all of the money it has borrowed. The corporation must also make periodic interest payments to the bondholder during the time the money is borrowed. If these obligations are not met, the corporation can be forced to sell its assets in order to make payments to the bondholders.

All businesses need financial support. Equity financing (as in the sale of stock) and debt financing (as in the sale of bonds) provide important means by which a corporation may obtain its capital.




Read more

18.12.09

FACEBOOK DENGAN MENGGUNAKAN HP SMART D1200P

FACEBOOK DENGAN MENGGUNAKAN HP SMART D1200P




Ternyata HP Smart D1200P bisa digunakan untuk membuka Facebook langsung dari Hpnya. Walaupun tidak sebagus membuka Facebook di komputer tapi kita jadi bisa membuka Facebook dimanapun dan kapanpun.


Berikut ini cara melakukannya :

  1. Tekan tombol keypad yang berada dilingkaran tengah yang bersimbol seperti huruf i, atau bisa juga dengan cara tekan Menu, lalu pilih My Menu, dan pilih WAP.


  1. Pilih Advanced, klik oke pada Open URL.


  1. Ganti URL awal menjadi http://m.facebook.com, tunggu hingga muncul tampilan awal Facebook.


  1. Sebelum memasukan ID dan Pass, terlebih dahulu klik tulisan HTTP login yyang berada di bawah kotak ID dan Pass.


  1. Setelah itu barulah kita bisa masukan ID dan Pass Facebook kita, dan siap Facebookan dari Hp Smart.


Tetapi apabila kita membuka Facebook dari Hp, kita tidak bisa banyak melakukan kegiatan seperti yang ada di komputer. Selain itu apabila kita melakukan Facebookan dari Hp dengan waktu yang lama maka akan mengakibatkan ngehang pada jam yang ada di Hp Smart kita, selain itu juga mengakibatkan batre cepat panas.




Read more

1.12.09

Tips Memancing

TIPS MEMANCING


Sebelum memancing sebaiknya siapkan peralatannya terlebih dahulu, seperti pancingannya, umpan, senar, alat untuk menyimpan ikan yang telah ditangkap, dan kail. Berikut ini adalah tips dari saya sendiri :

  • Bawalah alat pancing dan senar lebih dari satu untuk jaga-jaga apabila senar yang kita pakai telah habis atau sering putus dan pancingannya apabila patah ada penggantinya.

  • Dalam pembuatan umpannya, kalau saya meraciknya menggunakan campuran telur, dedek, nasi, dan jeroan ikan yang telah diblender. Lalu umpannya dibentuk menjadi lingkaran kecil – kecil dan diolesi lagi dengan telor agar aromanya menyengat saat ikan menciumnya.

  • Dalam pemilihan kail sebaiknya menggunakan yang berpelampung dan gunakan yang menggunakan 2 pengait agar ikan mudah tertangkap.

  • Sebelum memulai memancing lemparkan beberapa umpan ke ikan, agar ikan terbiasa memakan umpan yang telah kita buat.

  • Dalam melempar pancingan sebaiknya jangan terlalu jauh dan juga jangan terlalu dekat.

  • Perhatikan baik – baik pancingan yang telah kita lempar, terutama perhatikan pelampung dari kail apabila menunjukan gerakan naik turun maka umpan kita telah dimakan oleh ikan.

  • Setelah umpan dimakan sebaiknya jangan langsung ditarik, tapi biarkan dulu ikan menarik umpan.

  • Tarik pancingan secara berlahan – lahan, apabila gerakan ikan melawan arah dari tempat kita memancing sebaiknya angkat pancingan ke atas sambil menarik pancingan.




~Selamat Mencoba~

Read more
 
Copyright 2009 Monggo !!!. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree